Showing posts with label PAI. Show all posts
Showing posts with label PAI. Show all posts

Doa qunut bahasa latin dan artinya

Assalamu'alaikum. Salam sejahtera, semoga teman-teman tetap dalam lindungan-Nya. Amien. Kali ini saya akan berbagi lafadz doa qunut lengkap dalam bahasa arab, doa qunut bahasa latin serta terjemahan dari doa qunut.

Teman-teman pasti tahu kan "Apa itu Doa Qunut?". Doa qunut yaitu doa yang secara umum dibaca pada waktu i'tidal atau berdiri dari ruku' akhir pada shalat subuh dan shalat witir. Kata Qunut sendiri berasal dari kata "Qanata" yang artinya patuh dalam mengabdi (kepada Allah). Adapun hukum membaca doa qunut adalah sunnah muakkad (ab'ad) atau sunnah yang diperkuat. Namun para imam dan ulama mazhab berbeda pendapat tentang pelaksanaan doa qunut.

Dan berikut adalah lafadz doa qunut dalam bahasa arab, latin dan artinya lengkap. 

Bacaan Doa Qunut Bahasa Arab, Latin Lengkap Terjemahannya
Ilustrasi : Orang membaca doa qunut

Bacaan Doa Qunut dalam Bahasa Arab 
اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ 
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ 
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ 
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ 
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ 
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ 
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ 
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ 
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ 
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ 
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Bacaan Doa Qunut (Latin)
Allah hummah dinii fiiman hadait.
Wa'aa finii fiiman 'aafait.
Watawallanii fiiman tawal-laiit.
Wabaariklii fiimaa a'thait.
Waqinii syarramaa qadhait.
Fainnaka taqdhii walaa yuqdha 'alaik. 
Wainnahu laayadzilu man walait. 
Walaa ya'izzu man 'aadait.
Tabaa rakta rabbanaa wata'aalait.
Falakalhamdu 'alaa maaqadhait.
Astaghfiruka wa'atuubu ilaik.
Wasallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa'alaa aalihi washahbihi Wasallam.

 Arti doa qunut :
Ya Allah tunjukkanlah akan daku sebagaiman mereka yang telah Engkau tunjukkan
Dan berilah kesihatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesihatan
Dan peliharalah daku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan
Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan
Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin
Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau
Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan
Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Demikian artikel doa qunut dari sahabat kutubuku.blogspot.com semoga bermanfaat dan barokah. 

Iman Kepada Allah SWT


Iman kepada allah swt


Kata iman berasal dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan). Dengan demikian, iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaan Nya, kemudian pengakuan ini diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata. Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.Beriman kepada Allah sebagai Khaliq merupakan rukun iman yang pertama.Pembuktian adanya Allah SWT dapat dilakukan dengan 2 cara :

  1. Dalil AQli ( menggunakan akal ), contoh melihat ciptaan-Nya
  2. Dalil NaQli ( menyakini Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW )
B.  Sifat-sifat Allah SWT

Sifat sifat Allah SWT ada 3 jenis, yaitu :
  1. Sifat Wajib, yaitu sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh Allah SWT
  2. Sifat Mustahil, yaitu sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah SWT
  3. Sifat Jaiz, yaiu sifat yang serba mungkin bagi Allah sesuai dengan kehendak-Nya.
Sifat Wajib Allah SWT :

1.   Allah SWT bersifat wujud
Wuj–ud berarti ada. Lawannya adalah ‘adam , yang berarti tidak ada. Untuk membuktikan adanya Allah, antara lain bisa kita lakukan dengan memerhatikan alam yang ada di sekitar kita. Semua benda, manusia, binatang, langit, bumi, dan segala isinya tentu ada yang menciptakan. Mustahil benda-benda itu muncul dengan sendirinya. Firman Allah:
Artinya: Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati nurani, tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. Dan Dialah yang menciptakan dan mengembangbiakkan kamu di muka bumi ini dan kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pergantian malam dan siang.Tidakkah kamu mengerti? (Q.S. al-Mu’min- un [23]: 78–80)
Allah itu ada dengan Zat-Nya sendiri, mustahil bagi Allah jika Allah tidak ada. Meskipun tidak kelihatan, Allah ada untuk selama-lamanya. Allah merupakan zat gaib yang tidak dapat kita lihat dengan alat indra. Sesuatu yang tidak kelihatan bukan berarti tidak ada. Contoh, nyawa. Setiap orang termasuk kamu pasti yakin bahwa nyawa itu ada, walaupun belum pernah melihat bentuknya dan merabanya.Begitu juga dengan udara. Semua itu ada dan pengaruhnya juga dapat dirasakan
2. Allah SWT bersifat Qidam ( Terdahulu )
Qid–am artinya dahulu. Lawannya adalah hudus  artinya baru. Allah tidak berpermulaan. Sesuatu yang memiliki permulaan, yaitu dari tidak ada menjadi ada, berarti baru. Sesuatu yang baru berarti makhluk. Sedangkan Allah bukan makhluk, melainkan Kh-aliq (Pencipta).
Firman Allah:

Artinya: Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. al-Hadid [57]: 3)
Dahulunya Allah tidak seperti dahulunya makhluk. Dahulunya makhluk itu ada permulaannya, yaitu didahului oleh keadaan tidak ada, lalu menjadi ada. Sedangkan Allah, tidak didahului oleh tidak ada lalu menjadi ada, tetapi sejak dahulu sudah ada dan tanpa permulaan. Oleh karena itu, manusia tidak akan mampu memikirkan kira-kira kapan Allah itu mulai ada. Sebab, Allah itu ada sebelum waktu itu sendiri ada.
3. Allah SWT bersifat Baqa ( Kekal )
Baqa – ‘ artinya kekal, abadi, dan langgeng selamanya. Lawannya adalah fana.  artinya rusak, binasa, dan ada batas akhirnya. Semua ciptaan Allah mempunyai kelemahan, perubahan, perkembangan, dan akhirnya musnah tidak ada lagi. Sifat-sifat makhluk tersebut tidak kekal. Sedangkan Allah yang menciptakan makhluk akan tetap ada selama-lamanya, sekalipun semua makhluk telah hancur binasa. Inilah makna dari sifat wajib bagi Allah, yaitu baqa-’. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya:

Artinya: Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang
memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal. (Q.S. ar-Ra.hm-an [55]: 26–27)
4. Allah SWT bersifat Mukhalafatul lil hawadisi ( berbeda dengan makhluk Nya )
Allah memiliki sifat wajib mukha–lafatu lil-hawadisi, artinya Allah berbeda dengan semua yang baru (makhluk). Sifat mustahilnya atau lawannya adalah mumasalatu lil hawadisi. yang berarti mustahil bagi Allah serupa dengan makhluk-Nya.Allah berbeda dengan makhluk-Nya dalam semua hal, baik zat, sifat, perbuatan, ucapan, dan sebagainya. Sebagai pencipta, Allah pasti berbeda dengan ciptaan-Nya. Sebagai contoh, seorang pembuat pesawat tidak mungkin sama dengan pesawat yang dibuatnya. Pembuat meja, kursi, papan tulis, dan sebagainya pasti tidak sama dengan benda-benda ciptaannya itu.
5. Allah SWT bersifat Qiyamuhu binasihi / berdiri sendiri,
Allah memiliki sifat wajib mukha–lafatu lil-hawa disi, artinya Allah berbeda dengan semua yang baru (makhluk). Sifat mustahilnya atau lawannya adalah mumasalatu lil hawadisi. yang berarti mustahil bagi Allah serupa dengan makhluk-Nya.Allah berbeda dengan makhluk-Nya dalam semua hal, baik zat, sifat,perbuatan, ucapan, dan sebagainya. Sebagai pencipta, Allah pasti berbeda dengan ciptaan-Nya. Sebagai contoh, seorang pembuat pesawat tidak mungkin sama dengan pesawat yang dibuatnya. Pembuat meja, kursi, papan tulis, dan sebagainya pasti tidak sama dengan benda-benda ciptaannya itu.

“ Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya”         ( Q.S. Ali Imran ayat 2 )
6. Allah SWT bersifat Wahdaniyah ( Esa )
Allah bersifat wa.hd–aniyyah, artinya bahwa Allah Maha Esa, tidak ada sekutu-Nya. Sifat mustahilnya adalah ta‘addud ( ), yang berarti berbilang atau lebih dari satu. Keesaan Allah itu mutlak, artinya Allah Esa dalam sifat dan perbuatan.Esa zat-Nya artinya tidak karena hasil penjumlahan, perkalian, atau segala perhitungan dari macam-macam unsur. Esa sifat-Nya berarti bahwa sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah tidak dapat dipersamakan dengan sifat-sifat yang ada pada Esa perbuatan-Nya, berarti bahwa Allah adalah satu-satunya yang mengatur, menguasai, memelihara alam beserta isinya, dan dalam perbuatannya tersebut tidak dicampuri oleh siapa pun juga. Tentang keesaan Allah ini antara lain tertera dalam Al-Qur’an:
“ Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,  Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”                                                       ( Q.S. Al Ikhlas ayat 1 – 4
7.   Allah SWT bersifat Qudrat ( Kuasa )
Allah bersifat qudrat, artinya Mahakuasa atau yang memiliki kekuasaan.Kekuasaan Allah itu mahasempurna, tidak terbatas, dan mutlak. Bahkan,kekuasaan dan kekuatan yang dimiliki makhluk, sesungguhnya adalah anugerah Allah. Jika Allah menghendaki kekuasaan yang ada pada makhluk tersebut dicabut, maka saat itu juga akan hilang dan tidak ada seorang pun yang dapat mencegah atau menghalangi kehendak Allah, sebagaimana firman-Nya:
Artinya: ”. . . . Sungguh Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Q.S. al-Baqarah
[2]: 20).
Lawan dari sifat qudrat atau sifat mustahilnya adalah ‘ajzun ( ), yang artinya lemah. Allah Mahakuasa dan tidak mungkin lemah. Jika Allah lemah,tentu tidak akan mampu menciptakan langit dan bumi beserta isinya yang begitulengkap dan sulit. Jika Allah tidakMaha kuasa, bagaimana mungkin dapatmenciptakan manusia hanya dari setetes air? Bagaimana mungkin menciptakanberbagai jenis buah-buahan yang segar-segar, dan sebagainya?
8. Allah SWT bersifat Iradat ( Berkehendak )
Allah bersifat ir-adat artinya mempunyai kehendak dan dapat melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya. Sifat mustahilnya adalah karahah, yang berarti terpaksa. Mustahil bagi Allah merasa terpaksa dalam melaksanakan semua kehendak-Nya. Allah Maha Berkehendak, Dia pasti berbuat atas kehendak sendiri tanpa ada kekuatan lain yang mampu memaksa-Nya. Manusia juga mempunyai kehendak. Tetapi, untuk mencapai kehendak tersebut manusia sering dipengaruhi, dibantu, bahkan ditentukan oleh pihak pihak lain. Yang pasti, kehendak dan keinginan manusia berada di bawah kendali kehendak Allah. Allah-lah yang menentukan apa yang terjadi atas diri manusia. Jika Allah menghendaki sesuatu atas makhluk-Nya, maka pasti akan terjadi.
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila dia menghendaki sesuatu hanyalah Berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia.                              ( Q.S. Yasin ayat 82 )

9. Allah SWT bersifat Ilmu ( Mengetahui )
Allah bersifat ‘ilmu, artinya Allah wajib bersifat pandai atau mengetahui.Pengetahuan dan kepandaian Allah tidak terbatas. Allah mengetahui segalanya, kecil besar, jauh dekat, tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Sifat mustahilnya adalah jahlun ( ), artinya mustahil Allah bersifat bodoh. Jika Allah bersifat bodoh, tentu tidak akan mampu menciptakan keteraturan alam. Allah yang menciptakan sesuatu, Dia pulalah yang mengatur dan mengetahuinya.
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan bumi. dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan. ( Q.S. Al Hujurat ayat 18 )
10. Allah SWT bersifat Hayat ( Hidup )
Allah bersifat .hay-at, artinya hidup. Hidup Allah tidak berpermulaan dan tidak berkesudahan. Dia tidak pernah mengantuk, tidak pernah tertidur, apalagi mati. Itulah bedanya dengan hidupnya manusia. Allah hidup dengan sendirinya, tanpa ada yang menghidupkan. Sedangkan manusia dihidupkan oleh Allahdengan memberikannya nyawa. Sifat mustahil atau lawan dari sifat .hayat adalah maut , yang berarti mati. Apabila Allah mati, maka langit, bumi, bintang-bintang, serta yang lain pasti akan mengalami kekacauan, saling bertabrakan dan sebagainya, sebab pengaturnya telah tiada. Allah tidak pernah mati, Dia hidup selama-selamanya.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. ( Q.S. Al Baqarah ayat 255 )
11. Allah SWT bersifat Sama ( Mendengar )
Allah wajib bersifat sama‘ artinya mendengar. Sifat mustahilnya adalah summun, artinya tuli. Pendengaran Allah itu sempurna dan tidak terbatas.Allah dapat mendengar semua jenis suara, baik yang gaib maupun terang, baik yang dekat maupun jauh. Bahkan Allah dapat mendengar bisikan hati manusia.
dan Allah-lah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui (Q.S. Al Maidah : 76)
Pendengaran Allah tidak sama dengan pendengaran manusia. Manusia mendengar dengan menggunakan alat, yaitu telinga yang diberikan Allah. Tidak semua suara dapat didengar oleh manusia. Sedangkan Allah mendengar dengan pendengaran-Nya yang sempurna. Jika seluruh manusia yang ada di bumi secara bersamaan memohon kepada Allah, maka semua permohonan tersebut pasti didengar-Nya, walaupun permohonan itu hanya dengan bisikan batin.
12. Allah SWT bersifat Basar
Allah bersifat ba.sar, artinya Maha Melihat. Sifat mustahilnya yaitu ‘umyun , yang berarti buta. Allah telah menciptakan makhluk-Nya dapat melihat. Maka pastilah Dia sendiri mempunyai sifat Maha Melihat. Segala sesuatu yang terjadi di alam ini tidak terlepas dari penglihatan Allah. Oleh karena itu, manusia harus berhati-hati dalam berbuat. Allah berfirman:
..” Sesungguhnya dia Maha melihat segala sesuatu “ ( Q.S. Al Mulk ayat 19 )
13. Allah SWT bersifat Kalam
Allah bersifat kal-am, artinya Allah mampu berfirman atau berbicara. Sifat mustahilnya adalahbukmun, artinya bisu. Allah menciptakan manusia di bumi agar mereka dapat mengolah dan memakmurkannya. Untuk kepentingan ini, Allah telah menurunkan petunjuk dan pedoman bagi manusia berupa wahyu seperti Al-Qur’an serta kitab-kitab lainnya.Inilah bukti bahwa Allah memiliki sifat kal-am (berbicara).
Berbicaranya Allah tentu tidak sama dengan cara berbicaranya manusia. Bagaimana Allah berbicara? Hal itu berada di luar jangkauan kemampuan akal manusia. Yang jelas, sebagai orang mukmin kita wajib meyakini kebenaran sifat Allah tersebut
.. Allah Telah berbicara kepada Musa dengan langsung  ( Q.S. An Nisa : 164 )
 C.  Fungsi Iman Kepada Allah SWT, antara lain :
  1. Dapat menentramkan hati manusia ( Q.S. Ar Radu ayat 28 )x
  2. Mendatangkan keuntungan / kebahagian hidup ( Q.S. Al Asr ayat 1 – 3 )
  3. Dapat menyelematkan hidup manusia dunia dan akhirat
Hewan Halal dan Haram

Hewan Halal dan Haram

1.  Binatang yang dihalalkan
Setiap zat adalah halal,kecuali jika ada larangan dari agama atau ada sesuatu yang mendatangkan madharat. Demikian pula segala binatang pada dasarnya halal, kecuali ada larangan terhadap bintang tertentu yang di haramkan karena adanya pengecualian.
Sabda Rasulullah SAW :
“yang halal adalah apa-apa yang di bolehkan allah dalam kitab-nya.dan yang haram adalah apa-apa yang di larang allah dalam kitab-nya,dan apa yang tidak di terangkannya maka itu yang termasduk yang d maafkan sebagainkemudahan bagimu” (h.r ibnu majah dan at-tirmizi)
Secara garis besar binatang yang halal dimakan dagingnya ada dua macam yaitu binatang yang hidup di drat dan hidup di air,kecuali bintang-binatang yang sudah jelas di haramkan oleh syara’ (hukum islam).
a.   Binatang darat
binatang darat yang halal untuk dimakan banyak macamnya ,misalnya sapi,unta,kerbau,kuda,ayam,bebek,kelinci dan seagainya.karena bintang tersebut termasuk binatang ternak yang di halalkan,tidak menjijikan,tidak kotor dan tidak membahayakan bagi orang yang memakanya .
b.  Binatang air (laut)
semua binatang yang hidupnya di air adalah halal,baik yang berupa ikan maupun bukan, yang mati karena penyebab tertentu maupun yang mati sendiri.untuk binatang yang menyerupai binatang haram seperti  anjing laut,babi laut sebagian ulama mengharamkanya .allah bberfirman dalam surat al-ma-idah ayat 96 yang bebunyi :
“dihalalkan bagimu bintang laut (sungai,danau,kolam dan sebagainya)dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu.dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan;dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat,selama kamu dalam ihram.dan bertakwalah kepada allah yang kepada-nyalah kamu akn di kumpulkan.
2.  Binatang yang diharamkan
Selain binatang yang halal ada juga bintang yang haram untuk di makan.adapun jenis-jenis yang di haramkan sebagai berikut.
a.  di haramkan karena nas (sesuai al-qur’an dan hadis),contohnya : keledai,babi, anjing,binatang buas yang bertaring dan berkuku tajam.
Sabda Rasulullah SAW :
“dari ibnu abbas r.a. berkata rasulullah saw ,telah melarang memakan bintang bertaring dari jenis bintang buas dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeramnya” (h.r. muslim)
b.  haram karena kita diperintahkan untuk membunuhnya
yaitu ular,burung gagak,tikus,anjing buas dan burung elang.
Sabda Rasulullah SAW :
“lima macam binatang yang jahat hendaklah di bunuh, baik di tanh halal maupun di tanah hara,yaitu ular,burung gagak,tikus,anjing buas dan burung elang” (h.r. muslim)
C.  di haramkan karena di larang untuk membunuhnya
yaitu  semut,lebah,burung hud-hud,dan burung hantu.
Sabda Rasulullah SAW :
“dari ibnu abbas r.a. nabi muhammad saw.telah melarang membunuh empat macam binatang yaitu semut,lebah,burung hud-hud dan burung hantu (sardi) (h.r ahmad dan lainya)
D .  di haramkan karena menjijikan atau kotor.
Sebagian para ulama menyebutnya hasyarat,yaitu binatang bumi yang kecil-kecil dan kotor , misalnya ulat,kutu anjing,cacing,lalat,laba-laba,nyamuk,kumbang,belatung dan sejenisnya. Allah menjelaskan di dalm surah al-araf ayat 157yang bebunyi : “dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”
Untuk binatang yang hidup di dua alam kebanyakan para ulama mengharamkanya seperti buaya,kodok,keong,kura-kura,bekicot dan lain-lain.
Selain bintrang di atas ad beberapa mcam makanan yang berasal dari bintang dan haram untuk di konsumsi sesuai dengan  firman allah dalam surah al ma-idah ayat 3 yang berbunyi : “telah diharamkan atas kamu bangkai,darah,dging babi,binatang yang di sembelih bukan karena allah,yang (mati)karena di cekik,di pukul karena jatuh dari atas,karena di tanduk,karena di makn oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang di sembelih untuk berhala.
dari ayat dia atas dapat disimpulkan bahwa binatang yang haram,antara lain berikut.
  1. Bangkai yaitu binatang yang bmati bukan karena di sembelih atau di buru oleh manusia.
  2. Darah.
  3. Daging babi.
  4. Hewan yang di sembelih tanpa menyebut nama allah.
  5. Hewan yang mati karena di tanduk.
  6. Hewan yang mati karena jatuh dari atas
  7. Hewan yang mati karena di pukul.
  8. Hewan yang mati karena tercekik.
  9. Hewan yang di sembelih untuk berhala.
  10. Hewan yang mati karena di terkam binatang buas.
3.  Penyembelihan binatang
Penyembelihan binatang ada dua macam, yaitu penyembelihan secara tradisional dan mekanik. Penyembelihan secara tradisional biasanya dilakukan dengan menggunakan alat sederhana seperti pisau atau parang. Jika penyembelihan secara mekanik dilakukan dengan mesin atau alat pemotong yang tajam dan telah memenuhi syarat dan rukun penyembelihan maka halal untuk dimakan.
Sabda rasulullah saw :
“sesuatu yang mengalirkan darah dan yang di sembelih menyebut nama Allah makanlah olehmu, terkecuali gigi dan kuku (sebagai alat penyembelihnya) (H.R bukhari muslim)
Agar binatang yang di sembelih halal untuk dimakan, maka perlu memperhatikan syarat-syarat dan rukun-rukunya yang baik.
Rukun penyembelihan binatang
  1. Ada orang yang menyembelih.
  2. Ada binatang yang di sembelih.
  3. Ada alat untuk menyembelih.
  4. Menyebut asma allah sebelum menyembelih.
Syarat penyembelihan binatang
  1. Penyembelihan harus orang muslim.
  2. Binatang yang di sembelih di syaratkan
1)       di sembelih di lehernya hingga putus urat lehernya.
2)       Hewan yang di sembelih masih hidup dan halal dimakan
3. Alat untuk menyembelih harus tajam
4.  Manfaat binatang yang halal
Allah berfirman di dalam surah al-baqarah 172 untuk memakan makanan yang halal. Ayat tersebut berbunyi : “hai orang-orang beriman , makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada allah, jika benar-benar kepada-nya kamu menyembah.”
Manfaat mkan bibatang yang halal antara lain menyehatkan badan dan terpenuhinya kebutuhanzat gizi,meningkatkan kesucian jiwa ,terhindar dari penyakit dan mendorong untuk bersyukur kepada Allah Swt.
5.  Mudharat (bahaya) binatang yang Diharamkan
Mudharat binatang yang di haramkan,antara lain menjauhkan diri dari rahmat allah, tertolak doanya,mendorong untuk melakukan perbuatan negatif,dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit, dan dilarang menggunakan obat dari hewan yang haram .
sabda rasulullah yang berbunyi : “sesungguhnya Allah telah menurunkan penyakit dan obatnya,dia menjadikan setiap penyakit ada obatnya ,maka berobatlah kamu,tetapi jangan berobat dengan sesuatu yang diharamkan (H.R Abu Daud)”
B . Menghindari makanan yang bersumber dari bintang yang dinharamkan
Makanan dapat mempengaruhi pola pikir seseorang,apabila presentase yang di makan itu halal maka akan muncul kreativitas dan pikiran-pikiranyang positif.akn tetapi sebaliknya apabila presentasi yang di konsumsi lebih banyak makanan yang haram tentu akan menimbulkan pikiran-pikiran dan perilaku yang negatif.
Makanan yang bersumber dari bintang yang di haramkan akn memiliki banyak mudarat bagi manusia contohnya daging babi,terdapat cacing pita yang berbahaya,mengandung lemak yang cukup tinggi, darahnya banyak mengandung kuman dan racun yang dapat merusak kesehatan dan membahayakan kehidupan
Supaya terhindar dari makanan dan minuman yang haram, perlu langklah-langkah untuk mengantisipasinya ,antara lain berikut
  1. Selektif terhadap makanan yang akan di konsumsi.
  2. Waspada terhadap makanan yang bersumber dari binatang
  3. Mencari informasi tentang makanan yang bersumber dari bintang yang diharamkan baik dari surat kabar,buku ataupun internet.
Adab makan dan minum

Adab makan dan minum

Makan dan minum merupakan kebutuhan sehari-hari manusia. Karena merupakan sebuah kegiatan rutin, kadang-kadang masalah makan dan minum tidak mendapatkan perhatian yang khusus. Padahal makan dan minum merupakan faktor yang sangat penting dalam hidup. Apa yang dimakan dan diminum seseorang serta bagaimana tata cara dia makan sangat berpengaruh terhadap kehidupannya.
Dalam hal makan dan minum, manusia dan binatang sama-sama melakukan dan membutuhkannya. Namun yang membedakan adalah manusia mempunyai tata cara (adab), sedangkan binatang menjadikan makan dan minum hanya sekedar untuk memuaskan nafsunya. Adab makan dan minum tersebut menjadikan kegiatan makan dan minum bagi manusia tidak hanya sekedar untuk memuaskan nafsu saja, namun juga terkandung nilai ibadah.
Untuk lebih jelasnya, pelajarilah pembahasan mengenai adab makan dan minum dalam ajaran Islam berikut ini.
A. Tata Krama Sebelum Makan dan Minum
1. Mencuci tangan sebelum makan
Sebelum makan cucilah tangan terlebih dahulu, hal ini sangat berguna untuk menjaga kesehatan kita. Barangkali sebelum makan tadi tangan kita memegang sesuatu yang mengandung bakteri atau kuman yang membahayakan kesehatan. Bagaimana kalau dalam makan menggunakan sendok dan garpu? Sebaiknya tangan tetap dicuci, karena siapa tahu di tengah-tengah kegiatan makan tersebut kita tergoda untuk memegang makanan. Hadis Rasulullah :
image
Artinya : “Diriwayatkan dari Aisyah r.a : Sesungguhnya Rasulullah saw ketika hendak tidur sementara beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudu, dan ketika hendak makan beliau mencuci kedua tangannya” (HR Nasai)
2. Duduk dengan baik.
Rasulullah memberi contoh makan dengan duduk dan mencela makan dan minum sambil berdiri atau berjalan karena dapat menghilangkan keberkahan makanan. Hadits Rasulullah :
image
Artinya : Diriwayatkan dari Anas r.a. : Sesungguhnya Nabi saw melarang seorang laki-laki minum sambil berdiri”. (HR Muslim)
3. Berdoa sebelum makan atau minum
Sebelum makan kita diperintahkan untuk berdoa, hal ini mengandung maksud agar kegiatan makan dan minum nantinya diberi keselamatan. Makanan dan minuman yang akan kita masukkan ke dalam tubuh tidak hanya sekedar menghilangkan lapar dan dahaga, namun dapat menjadikan berkah. Energi yang dihasilkan dari makanan tersebut dapat bermanfaat untuk menunjang kegiatan kita, baik belajar, bekerja, ibadah dan sebagainya. Adapun doa sebelum makan adalah sebagai berikut :
image
Artinya : “Ya Allah keberkahan kepada kami dalam rizqi yang telah Engkau berikan kepada kami dan jauhkan kami dari api neraka”.
Bila lupa berdoa dan membaca Basmalah di awal, maka bacalah Basmalah di tengah-tengahnya karena rasulullah pernah bersabda yang maksudnya adalah apabila salah seorang dari kamu bersantap, sebutlah dulu asma Allah, maka jika lupa tidak membaca pada awalnya, hendaknya membaca Basmalah sewaktu ingat di tengah-tengah makan, demikian : Bismillahi awwalu wa akhirahu.
B. Tata Krama Pada Saat Makan
1. Jangan sekali-kali mencela makanan
Ketika makan, tidak selalu apa yang kita makan sesuai dengan selera. Bagaimana sikap kita? Ajaran Islam melarang mencela makanan. Apalagi mencela makanan di depan orang yang memasaknya, hal ini bisa membuat orang tersebut tersinggung. Terlebih lagi jika yang memasak makanan itu adalah ibu kamu, maka jangan sekali-kali mencelanya. Bila kebetulan kurang berminat terhadap makanan tertentu, jangan mencela. Kalau tidak berminat sebaiknya diam dan tidak dimakan.
Hadis Rasulullah :
image
Artinya : “Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a katanya : Rasulullah s.a.w tidak pernah mencela makanan satu kalipun. Apabila baginda menyukai sesuatu makanan baginda memakannya dan kalau tidak menyukainya baginda meninggalkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Jangan makan dengan terburu-buru
Makan dan minum tidak boleh dilakukan dengan terburu-buru karena dikhawatirkan menjadikan kerja organ-organ pencernaan di dalam tubuh bekerja dengan tidak sempurna. Makanlah dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
image
Artinya : Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila dihidangkan makanan di hadapanmu, sedangkan waktu shalat sudah datang, maka hendaklah kamu makan terlebih dahulu. Janganlah kamu terburu-buru, lakukan shalat setelah kamu selesai makan “ (HR Bukhari dan Muslim)
3. Makan dan minum dengan menggunakan tangan kanan
Dengan menggunakan tangan kanan untuk makan dan minum mengandung nilai bahwa kita menghargai atau memuliakan makanan tersebut. Kegiatan makan dan minum adalah kegiatan mulia, makanan dan minuman yang kita minum juga makhluk Allah SWT yang mulia.
Dengan demikian diharapkan makanan dan minuman yang kita masukkan ke dalam tubuh kita tersebut juga menghasilkan energi dan amal yang mulia. Cara makan dengan menggunakan tangan kanan juga untuk membedakan cara makan manusia dengan syaitan. Syaitan makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri. Kita tahu bahwa syaitan merupakan makhluk yang tercela, sehingga sangat senang melakukan hal-hal yang tercela termasuk ketika dia makan dengan menggunakan tangan kirinya.
image
Artinya : Diriwayatkan dari Aibnu Umar r.a : Rasulullah SAW bersabda ketika kamu makan makan lakukan dengan tangan kanan, ketika minum juga dengan tangan kanan. Karena sesungguhnya syaitan makan dan minum dengan tangan kirinya ( HR Muslim)
4. Menyantap makanan yang paling dekat.
Ketika kita makan bersama orang banyak dengan bermacam-macam makanan yang dihidangkan, maka ambillah yang kamu sukai dan yang terdekat. Bila menjangkau yang jauh, maka tampak tidak sopan. Apabila kita memang sangat menyukai makanan yang letaknya jauh dari jangkauan kita, maka mintalah tolong orang yang terdekat untuk menggeser atau mengambilkannya.
Diceritakan dalam sebuah hadis :
image
Artinya : Diriwayatkan dari Umar bin Abu Salamah r.a katanya: Aku pernah berada di bawah dekat Rasulullah s.a.w. waktu makan, tanganku terulur hendak menjangkau talam, lalu Rasulullah s.a.w bersabda kepadaku: Wahai anak muda! Bacalah Basmalah, makanlah dengan tangan kanan dan dahulukan dengan makanan yang terdekat denganmu” ( HR Bukhari dan Muslim)
5. Menghabiskan makanan, jangan ada yang tersisa, karena kita tidak mengerti bagian mana yang mengandung berkah.
6. Tidak langsung menghabiskan minuman dalam jumlah tertentu Nabi memberi contoh : bahwa apabila minum satu gelas, hendaklah dua atau tiga kali, mulailah dengan bacaan basmalah dan akhiri dengan hamdalah.
7. Tidak meniup makanan dan minuman karena panas Bila seseorang meminum minuman yang panas, janganlah ditiup dan tunggulah hingga dingin, karena tiupan itu membawa racun.
C. Tata Krama Sesudah Makan
1. Membersihkan tangan dan mulut setelah makan.
image
Artinya : Diriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a : Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, maka bersihkanlah sisa makanan yang ada di tangan dengan mulut lalu cucilah atau menyuruh orang membersihkannya.” (HR Bukhari dan Muslim)
2. Berdoa setelah makan atau minum
Setelah makan danminum jangan lupa berdoa. Dalam doa tersebut mengandung maksud kita bersyukur memuji Allah SWT karena telah menyelesaikan makan dan minum. Doa tersebut juga dapat menjadikan keberkahan terhadap apa yang telah kita makan.
image
Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kita makan dan minum dan telah menjadikan kita orang muslim”.

  Hadis tentang kebersihan

Hadis tentang kebersihan


Agama dan ajaran Islam menaruh perhatian amat tinggi pada kebersihan, baik lahiriah fisik maupun batiniyah psikis. Kebersihan lahiriyah itu tidak dapat dipisahkan dengan kebersihan batiniyah. Oleh karena itu, ketika seorang Muslim melaksanakan ibadah tertentu harus membersihkan terlebih dahulu aspek lahiriyahnya. Ajaran Islam yang memiliki aspek akidah, ibadah, muamalah, dan akhlak ada kaitan dengan seluruh kebersihan ini. Hal ini terdapat dalam tata cara ibadah secara keseluruhan. Orang yang mau shalat misalnya, diwajibkan bersih fisik dan psikhisnya. Secara fisik badan, pakaian, dan tempat salat harus bersih, bahkan suci. Secara psikhis atau akidah harus suci juga dari perbuatan syirik. Manusia harus suci dari fahsya dan munkarat.
A.   Hadis tentang kebersihan

عَنْ سَعْدِبْنِ اَبِى وَقَّاصٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِنَّ اللهَ طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيْفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيْمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌيُحِبُّ الْجَوَادَفَنَظِّفُوْااَفْنَيْتَكُمْ

”An sa’dibni abi waqqasin ’an abihi ’aninnabiyyi sallallahu ’alaihi wasallama innallaha tayyibun yuhibbuttayyiba nadifun yuhibbunnadifa karimun yuhibbulkarama jawadun yuhibbuljawada fanaddifu afnaitakum”. (HR. At- Turmudi)
Artinya : ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”. (HR. At- Turmudzi)

اَلاِسْلاَمُ نَظِيْفٌ فَتَنَظَّفُوْافَاِنَّهُ لاَيَدْخُلُ الْجَنَّةَ اِلاَّ نَظِيْفٌ

”Al- islamu nadifun fatanaddafu fainnahu la yadkhululjannata illa nadifun”. (HR. Baihaqiy)
Artinya : ”Agama Islam itu adalah agama yang bersih atau suci, maka hendaklah kamu menjaga kebersihan. Sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang suci”. (HR. Baihaqiy)
B.   Isi Kandungan hadis
  1. Bahwasanya Allah swt adalah zat yang baik, bersih, mulia, dan bagus. Karena Allah swt menyukai hal-hal yang demikian. Sebagai umat Islam, maka kamu harus memiliki sifat yang demikian pula terutama dalam hal kebersihan lingkungan tempat tinggal.
  2. Agama Islam adalah agama yang lurus dan bersih dari ajaran kesesatan. Dengan demikian pemeluk agama Islam harus memiliki pola perilaku yang bersih dan hati yang suci dari perkara hawa nafsu. Sebab seseorang yang demikian dijanjikan oleh Allah swt akan masuk surga.
C. Hadits lainnya Seputar Kebersihan

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: بَيْنَمَارَجُلٌ يَمْشِى بِطَرِيْقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ فَأَخَذَهُ فَشَكَرَاللهُ لَهُ فَغَفَرَلَهُ 

  • ”Anna rasulallahi sallallahu ’alaihi wasallama qala bainama rajulun yamsyi bitariqin wajada gusna syaukin fa akhadahu fasyakarallahu lahu fagafaralahu”.(HR. Bukhari)
  • Artinya : “Bahwsanya Rasulullah saw bersabda, ”Ketika seorang laki-laki sedang berjalan di jalan, ia menemukan dahan berduri, maka ia mengambilnya (karena mengganggunya). Lalu Allah swt berterima kasih kepadanya dan mengampuni dosanya”. (HR. Bukhari)

عَنْ اَبِى مَالِكْ الْحاَرِثِ بْنِ عَاصِمِ اْلاَشْعَرِيِّ قَالَ:قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الطَّهُوْرُ شَطْرُاْلاِيْمَانِ وَالْحَمْدُللهِ تَمْلاَءَ الْمِيْزَانِ وَسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ تَمْلانَ اَوْ تَمْلاَءَ مَابَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلاَرْضِ وَالصَّلاَةُ نُوْرٌوَالصَّدَقَةُبُرْهَانٌ وَالصَّبْرُضِيَاءٌوَالْقُرْأَنُ حُجَّةٌ لَكَ هُوَ عَلَيْكَ اَلُ الناَّسِ يَغْدُو فَبَائِعُ نَفْسِهِ فَمُعْتِقُهَااَوْمُوْبِقُهَا     رواه مسلم

  • “An abi malikilharisibni ‘asimil asy’ariyyi qala qala rasulullahi sallallahu ‘alaihi wasallam attahuru syatrulimani walhamdulillahi tamla almizani wasubhanalli walhamdulillahi tamla ani au tamla a ma bainassamai walardi wassalatu nurun wassadaqatu burhanun wassabru diyaun walqur’anu hujjatun laka huwa ‘alaika alunnasi yagdu fabaiu nafsihi famu’tiquha au mubiquha”. (HR. Muslim)
  • Artinya : Dari Abu Malik al-Haris ibn `Asim al-Asya’arie r.a. beliau berkata : Rasulullah saw telah bersabda : Kebersihan itu sebagian daripada iman. Ucapan zikir Al- Hamdulillah memenuhi neraca timbangan. Ucapan zikir Subhaanallah dan Al- Hamdulillah kedua-duanya memenuhi ruangan antara langit dan bumi. Salat itu adalah cahaya. Sedekah itu adalah pelita. Sabar itu adalah sinaran. Al- Qur’an itu adalah hujah bagimu atau hujah atasmu. Setiap manusia keluar waktu pagi, ada yang menjual dirinya, ada yang memerdekakan dirinya dan ada pula yang mencelakakan dirinya. (HR. Muslim)

surat Ash Sharh

’’Al- Qur’an menjelaskan tentang berbagai solusi dalam mengatasi permasalahan kehidupan. Salah satu surat dalm Al- Qur’an adalah surat Al- Insyirah. Dalam surat ini dijelaskan bahwa, manusia sudah menyelesaikan suatu urusan, maka dianjurkan untuk segera mengerjakan pekerjaan lainnya. Sehingga waktu yang ada bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Allah swt berjanji bahwa ketika manusia menemui kesulitan dalam menyelesaikan suatu urusan, maka akan diberi kemudahan mengatasi kesulitan tersebut. Namun demikian, semua urusan yang dikerjakan oleh manusia harus dipasrahkan kembali kepada Allah swt. Langkah terakhir yang harus dilakukan oleh manusia adalah dengan berdoa kepada Sang Pencipta alam semesta.
A. Q.S. Ash Sharh

 ِبسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

al insyirah-crop

B.   Arti Kata-kata
ArtiLafadzArtiLafadz
dan kami tinggikan

وَرَفَعْنَا

Bukankah Kami telah melapangkan

اَلَمْ نَشْرَحْ

sebutan (nama)mu

ذِكْرَكَ

untukmu

لَكَ

karena sesungguhnya sesudah kesulitan

فَاِنَّ مَعَ الْعُسْرِ

dadamu

صَدْرَكَ

ada kemudahan

يُسْرًا

Dan Kami telah menghilangkan

وَوَضَعْنَا

maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan)

فَاِذَافَرَغْتَ

daripadamu

عَنْكَ

kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain

فَانْصَبْ

bebanmu

وِزْرَكَ

dan hanya kepada tuhanmulah

وَاِلَى رَبِّكَ

yang memberatkan

الَّذِى اَنْقَضَ

hendaknya kamu berharap

فَارْغَبْ

punggungmu

ظَهْرَكَ

 C.   Terjemah
Artinya : ”Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?(1) Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu(2) Yang memberatkan punggungmu(3) Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu(4) Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan(5) Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan(6) Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain(7) Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap(8)”. (QS. Al- Insyirah : 94/1-8)
D.   Kandungan Surat At- Tin


Surat Al- Insyirah termasuk golongan surat Makkiyah. Surat Al- Insyirah ini berkaitan dengan dakwah yang dilaksanakan oleh Rasulullah saw. Kandungan yang dimaksud dalam surat Al- Insyirah adalah :
  1. Surat ini berkaitan dengan dakwah Nabi  Muhammad saw. Dimana Nabi dan para sahabat setiap saat menerima siksaan yang pedih dari kaum kafir Quraisy. Namun demikian Nabi Muhammad saw diminta lapang dada menghadapi semua itu. Selama dakwah di Makkah, Nabi Muhammad saw mendapatkan tantangan dari keluarga, tetangga dan tokoh-tokoh Quraisy. Walaupun demikian Allah swt berjanji akan menghilangkan beban yang diterima oleh Nabi Muhammad saw.
  2. Kesusahan yang dialami Nabi Muhammad saw bukan saja kesusahan secara fisik, namun juga kesusahan secara batin. Sehingga Nabi Muhammad saw diangkat derajadnya menjadi manusia yang mulia dan tinggi akhlaknya di sisi Allah swt.
  3. Allah swt mengangkat derajat Nabi Muhammad saw dengan cara penyebutan nama Allah swt sekaligus menyebut nama Nabi Muhammad saw. Sebagaimana sebuah hadis berikut : “Tidaklah Aku (Allah) disebut, melainkan engkau (Muhammad) pun disebut pula hersama-Ku.”
  4. Rasulullah saw adalah perantara antara Allah swt dan hamba-hamba- Nya. Semua nikmat yang diterima oleh manusia, termasuk nikmat terbesar berupa hidayah akan Islam adalah dengan perantara dan melalui Rasulullah saw. Di dalam salah satu hadis, Rasulullah saw. Bersabda, “Belumlah bersyukur kepada Allah orang yang tidak ber-terima kasih kepada manusia”. Selain itu taat kepada Allah swt berarti harus pula taat kepada Nabi Muhammad saw.
  5. Allah swt memberikan ujian kepada hamba-Nya dalam rangka menaikkan derajat mulia dan tinggi di sisi-Nya. Allah swt memberikan ujian berupa kesusahan dan kesenangan. Bagi mereka yang tahan akan ujian dari Allah swt, maka akan diberi kemudahan pada tahap-tahap selanjutnya.
  6. Apabila umat manusia telah selesai beribadah kepada Allah swt serta Rasul-Nya, maka segeralah beribadah lainnya yang tetap pada mengingat Allah swt. dan apabila telah selesai mengerjakan urusan dunia, maka segeralah mengerjakan urusan dunia lainnya. Namun demikian antara kemudian dunia dan akherat harus seimbang. Sehingga umat manusia tidak cenderung mengutamakan satu dengan yang lainnya. Dan setelah beribadah untuk urusan akherat dan bekerja untuk urusan dunia, maka berdo’alah kepada Allah swt sebagai bentuk tawakkal kepada-Nya.
  7. Kerja keras adalah ciri utama umat Islam. Karena dengan bekerja keras umat Islam akan mampu menguasai dunia dan menentukan hukum agama Islam secara menyeluruh.